Benarkan Jepang Telah Menemukan Teknologi Penumbuhan Rambut Paling Cepat ?

Bukan Negara jepang kalau tidak selalu mengadakan inovasi dan penelitian untuk menemukan solusi tercepat dalam menyelesaikan masalah rontok dan botak. Baru baru ini telah dilansir oleh Yokohama National University terkait penemuan mereka dalam menumbuhkan foliket ( kantong rambut ) dengan teknologi yang paling cepat. Seperti yang diterbitkan dalam jurnal Biomaterials, bahwa treknologi ini menggunakan 2 jenis sel dan kemudian ditempatkan di sebuah wadah silicon. Tempat tersebut sebagai temat “bibit folikel rambut” yang telah melalui proses teknologi tersebut berhasil membangkitkan 5000 bibit folikel rambut. Menurut salah satu ilmuwan yang ikut dalam penelitian tersebut, angka 5000 itu sudah sangat bagus dalam mengisi kembali ruang akar rambut menjadi subur dan tumbuh kembali.

Menurut ketua team ilmuwan tersebut, metode yang telah dilakukan adalah meotde dan penemudan terbaik setelah kurun waktu 10 tahun terakhir. Tekbik-teknik yang ada sebelumnya hanya berada dikisaran angka 500 folikel. “Kalau ini mencapai 5000 folikel, sehingga ini saya sebuat sebagai penemuan spektakuler buat kami” Salah satu harapan dari merreka adalah hal ini akan bisa membantu para penderita kanker atau penyakit lain yang menyebabkan kerontokan rambut sampai menuju fase kebotakan.

Dalam penjelasannya kemungkinan teknologi ini akan benar-benar bisa dimafataakoleh masyarakat umum sebagai alternative obat penumbuh rambut nanti sekita 10 tahun yang akan datang. Kami akan terus melakukan riset untuk mencapai tahapan yang mendekati sempurna. “Kami sangat bersyukur dengan capain penelitian kami ini “. Semoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat bagi dunia perawatan rambut di dunia. Demikian tegas Fukuda, salah satu professor yang ikut dalam riset tersebut.

Pemberitaan tersebut juga telah dilansir oleh banyak media luar negeri. Semoga saja manfaat dari penemuan diatas bisa segera berwujud dalam sebuah produk yang benar-benar menjadi solusi cepat dan ampuh dalam atasi masalah kerontokan maupun kebotakan. Andai saja di Indonesia sudah ada produk tersebut, pasti akan laku keras, karena value dari produk yang benar-benar sudah teruji baik secara klinis, maupun secara fakta.