20+ Cara Mudah Lari Jarak Pendek Atlet Dunia

Lari jeda pendek atau sprint adalah keliru satu jenis lari yang dilakukan menggunakan kekuatan & kecepatan penuh sepanjang garis lintasan berdasarkan start sampai finish dimana pemenangnya ditentukan dari catatan ketika yg paling singkat. Terdapat 3 jeda lintasan yang dilombakan pada lari jarak pendek, yaitu lari jarak 100 meter, 200 meter & 400 meter.

Untuk menerima kemenangan, seorang pelari jarak pendek membutuhkan reaksi yang cepat, kecepatan yang baik, lari yg efisien dan ketepatan ketika melakukan start, dan berusaha mempertahankan kecepatan dari awal hingga mencapai garis finish (Widodo, 2010).

Berikut ini adalah beberapa pengertian & definisi lari jarak pendek (sprint) berdasarkan beberapa asal kitab :

  • Menurut Mujahir (2007), sprint atau lari jeda pendek merupakan perlombaan lari yg semua para pelarinya dengan kecepatan yg sangat penuh dengan menempuh jarak 100 meter, 200 meter, & 400 meter.
  • Menurut Syarifudin dan Muhadi (1992:41), lari jeda pendek atau lari cepat (sprint) adalah cara lari dimana atlet harus menempuh seluruh jarak menggunakan kecepatan semaksimal mungkin. Artinya harus melakukan lari yang secepat-cepatnya dengan mengerahkan semua kekuatannya mulai awal (mulai menurut start) sampai melewati garis akhir (finish).
  • Menurut Adisasmita (1992:35), lari jarak pendek atau sprint merupakan semua nomor lari yang dilakukan menggunakan kecepatan penuh (sprint) atau kecepatan aporisma, sepanjang jarak yg ditempuh.
  • Menurut Muhtar (2011:12), lari jarak pendek (sprint) merupakan suatu cara buat berlari dimana si atlet wajib menempuh seluruh jarak dengan kecepatan semaksimal mungkin. Artinya wajib melakukan lari yg secepat-cepatnya dengan mengerahkan seluruh kekuatannya mulai awal (start) hingga melewati garis akhir (finish).

Pengetahuan Dasar Lari Jarak PendekĀ 

lari jarak pendek
http://yurikesalsabilla10.blogspot.com

Sebelum melangkah ke teknik berlari cepat, seseorang pelari wajib mengetahui pengetahun dasar berlari cepat atau lari jarak pendek. Menurut Bompa (1999), hal-hal dasar yg wajib diketahui pelari jeda pendek merupakan menjadi berikut:

  1. Tubuh sedikit condong ke depan saat berlari, kedua lengan sedikit fleksi 90 derajat & diayunkan searah menggunakan gerakan ketika berlari.
  2. Otot-otot bagian depan & kedua lengan permanen dalam keadaan rilek.
  3. Tungkai bawah ditolakan menggunakan kuat sampai lurus, & pengangkatan pada depan diusahakan sampai posisi sejajar menggunakan tanah.
  4. Pinggang permanen dalam posisi ketinggian yg sama selama berlari.
    Ketika mencapai finish, badan dicondongkan dengan serentak ke depan untuk mengantarkan bagian dada menyentuh pita.

Teknik Start Lari Jarak Pendek

Start adalah suatu persiapan awal seseorang pelari sebelum melakukan gerakan berlari. Tujuan utama menurut start dalam lari jeda pendek merupakan mengoptimalkan pola lari cepat (Purnomo 2007: 23).

Terdapat tiga macam teknik start pada lari jarak pendek, yaitu sebagai berikut:

  1. Start Pendek (Bunch Start). Kaki kiri pada depan dan lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kaki kiri lebih kurang satu kepal. Kedua tangan diletakkan di belakang garis start menggunakan jari-jari rapat & bunda jari terpisah.
  2. Start Menengah (Medium Start). Kaki kiri di depan, lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kanan tumit kaki kiri jaraknya sekitar satu kepal. Kedua tangan diletakkan diletakkan di belakang garis start menggunakan empat jari-jari kedap. Ibu jari terpisah.
  3. Start Panjang (Long Start). Kaki kiri diletakkan pada depan lutut kaki kanan pada belakang kaki kiri, jaraknya sekitar satu kepal. Kedua tangan diletakkan pada belakang garis start dengan jari-jari rapat dan bunda jari terpisah.

Menurut Bompa (1999), masih ada tiga urutan atau langkah-langkah teknik start lari jarak pendek, yaitu dijelaskan menurut aba-aba menjadi berikut:

A. Aba-aba bersedia

Setelah starter menaruh aba-aba bersedia, maka pelari akan menempatkan ke 2 kakinya menyentuh blok depan dan belakang, kemudian lutut kaki belakang diletakkan pada tanah, terpisah selebar bahu. Jari-jari tangan menciptakan V terbalik & ketua dalam keadaan datar menggunakan punggung, sedangkan mata permanen menatap lurus ke bawah.

B. Aba-aba siap

Setelah ada aba-aba siap, posisi badan seorang pelari merupakan lutut ditekan ke belakang, lutut kaki depan terdapat dalam posisi menciptakan sudut siku-siku 90 derajat, sedangkan kaki belakang pelari menciptakan 120-140 derajat. Dan posisi pinggang sedikit diangkat lebih tinggi dari bahu, tubuh sedikit condong ke depan, serta bahu agak maju ke depan dari dua tangan.

C. Aba-aba Yaak

Setelah seseorang starter menaruh aba-aba, maka gerakan seorang pelari merupakan badan diluruskan dan diangkat pada ketika kedua kaki menolak atau menekan keras dalam start blok, dan kedua tangan diangkat menurut tanah secara bersamaan buat lalu diayunkan bergantian. Kaki belakang mendorong lebih kuat, dorongan kaki depan sedikit demi sedikit, tetapi nir usang, kaki belakang diayunkan ke depan dengan cepat sedangkan badan condong ke depan, lutut dan pinggang diluruskan penuh dalam saat akhir dorongan.

Teknik Lari Jarak Pendek

Menurut Purnomo (2007:33), masih ada 2 termin pada berlari cepat, yaitu dijelaskan menjadi berikut:

a. Fase Topang

Fase topang bertujuan buat memperkecil kendala ketika menyentuh tanah dan memaksimalkan dorongan ke depan. Fase topang terdiri menurut topang depan & topang dorong. Adapun tekniknya merupakan sebagai berikut:

  1. Fase Topang dalam berlari cepat
  2. Fase Topang dalam berlari cepat
  3. Mendarat dalam telapak kaki.
  4. Lutut kaki topang bengkok harus minimal pada saat amortasi.
  5. Aki ayun dipercepat, pinggang, sendi lutut dan mata kaki dari kaki topang wajib diluruskan bertenaga-bertenaga pada saat bertolak.
  6. Paha kaki ayun naik dengan cepat ke suatu posisi horizontal.

B. Fase layang

Fase layang bertujuan buat memaksimalkan dorongan ke depan dan buat mempersiapkan suatu penempatan kaki yg efektif waktu menyentuh tanah. Adapun tekniknya adalah menjadi berikut:

  1. Fase Layang pada berlari cepat
  2. Fase Layang pada berlari cepat
  3. Lutut kaki ayun berkiprah ke depan dan ke atas.
  4. Lutut kaki topang bengkok dalam fase pemulihan, ayunan lengan aktif namun rilek.
  5. topang berkecimpung ke belakang.

Teknik Melewati Garis Finish

lari jarak pendek1
https://www.seratus.id

Pelari dikatakan telah mencapai garis finish, jika bagian-bagian tubuhnya telah pada bidang vertikal berdasarkan sisi terdekat garis finish, sinkron dengan peraturan & garis yang telah disediakan. Bagian tubuh yg dimaksud adalah ketua, leher, lengan dan kaki.

Menurut Muhtar (2011:14), terdapat 3 teknik dalam ketika melewati garis finish pada lari jeda pendek, yaitu:

  1. Menjatuhkan dada ke depan.
  2. Menjatuhkan salah satu bahu ke depan.
  3. Lari secepat-cepatnya sampai beberapa meter melewati garis finish.

Teknik yg tak jarang dilakukan merupakan menggunakan menjatuhkan dada ke depan apabila ada beberapa pelari yg bersamaan melewati garis finish, maka pelari yg anggota tubuhnya menyentuh pita terlebih dahulu adalah pemenangnya.

Peraturan Perlombaan Lari Jarak Pendek
Peraturan perlombaan lari jeda pendek diatur dan ditetapkan sang induk organisasi atletik internasional IAAF (International Amateur Atloetik Federation) atau tingkat nasional PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

A. Peraturan Perlombaan

  1. Garis start dan finish dalam lintasan lari ditunjukkan dengan sebuah garis selebar lima cm siku-siku dengan batas tepi dalam lintasan. Jarak perlombaan wajib diukur berdasarkan tepi garis start ke tepi garis fnish terdekat menggunakan garis start.
  2. Aba-aba yang digunakan dalam lomba lari jarak pendek merupakan “bersedia”, “siap” & “ya” atau suara pistol.
  3. Semua peserta lomba lari mulai berlari pada saat aba-aba “ya” atau bunyi pistol yang ditembakkan ke udara.
  4. Peserta yg membuat kesalahan pada saat start harus diperingatkan (maksimal 3 kali kesalahan).
  5. Lomba lari jeda pendek dalam perlombaan besar dilakukan empat tahap, yaitu babak pertama, babak ke 2, babak semi final, dan babak final.
  6. Babak pertama akan diadakan jika jumlah peserta banyak, pemenang I & II tiap heat berhak maju ke babak berikutnya.

B. Diskualifikasi atau Hal-hal yg Dianggap Tidak Sah

Hal-hal yang dipercaya nir sah pada lari jeda pendek yaitu:

  1. Melakukan kesalahan start lebih dari tiga kali.
  2. Memasuki lintasan pelari lain.
  3. Menghambat pelari lain.
  4. Keluar berdasarkan lintasan.
  5. Terbukti memakai obat perangsang.

C. Sarana & Peralatan Lari Jarak Pendek Lintasan.

Perlombaan lari jeda pendek dilakukan pada lapangan yg dibuat lintasan atau ban. Lintasan atau ban perlombaan jumlahnya ada delapan buah. Lebar setiap lintasan ukuran 1,22 meter.
Peralatan. Alat yg dipakai pada perlombaan lari jarak pendek, contohnya sepatu spikes, start block, tiang finish, stopwatch, & bendera start atau pistol.

Daftar Pustaka

Mujahir. 2007. Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan. Surakarta: Yudhistira.
Syarifudin, Aip & Muhadi. 1992. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta: Depdikbud Dirjen Perguruan Tinggi.
Adisasmita, Y. H. 1992. Olahraga Pilihan Atletik. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Muhtar, T. 2011. Atletik. Sumedang: Bintang Wali Artika.
Bompa, T. O. 1999. Periodization: Theory and Methodology of Training.
Purnomo, Eddy. 2007. Pedoman Mengajar Dasar Gerak Atletik. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Sumber : gellsy.com