Sehari di Kampung Lali Gadget

Pendopo Lurah Lawas yang terletak di Desa Pagerngumbuk Wonoayu, Sidoarjo, tampak begitu ramai, Minggu (5/8/2018). Hari itu, Komunitas Wonoayu Kreatif yakni Iki Loh Wonoayu menggelar Kampung Lali Gadget (KLG) 3.

Kegiatan itu dihadiri sekitar 400 anak TK hingga SMP. Mereka dijejali kegiatan yang dapat mengupayakan penyembuhan penyakit kecanduan gadget. Harapan penyelenggara, mereka dapat bergerak sehat dan berbudaya aktif.

Berita tekno gadget Dimulai pukul 08.00 dengan kegiatan literasi membaca dan mendongeng, anak-anak lalu dibagi menjadi beberapa kloter. Tiap kloter beranggotakan 10 anak dan didampingi sukarelawan yang berasal dari berbagai komunitas di Sidoarjo.

Dalam menyelenggarakan acara, Komunitas Wonoayu Kreatif memang dibantu beberapa komunitas lain di Sidoarjo. Mereka yang terlibat antara lain Earth Hour Sidoarjo, Darjo Club, Filosofi Darjo, Save Street Child Sidoarjo, Drone Sidoarjo, dan lain-lain.

Terdapat beberapa spot di KLG 3, yakni spot literasi, spot budaya, spot kuliner, spot dolanan, dan spot tantangan. Setiap kloter bergantian mengunjungi spot.

Anak-anak diajak bermain permainan tradisional kelereng, lompat tali, katapel, sepak takraw, dan telepon benang. Pada permainan telepon benang, berita tekno terbaru terdapat pesan untuk menjaga lingkungan.

Di spot budaya, anak-anak diberi wawasan singkat mengenai gamelan dan belajar cara memainkannya. Selain itu, mereka juga diperkenalkan pada wayang dan diberi edukasi mengenai makanan tradisional jemblem hingga belajar cara membuatnya.

Di spot lain, anak-anak belajar mewarnai, menangkap belut, memberi makan kambing hingga memanen kedelai. Semua peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian acara terutama ketika menangkap belut.

KLG penting diadakan guna mengatasi pengaruh gadget yang membuat anak semakin antisosial, semakin jauh dari nilai kebudayaan, dan dampak-dampak negatif lain dari gadget. Pada dasarnya, KLG 3 merupakan tindak lanjut dari KLG 1 dan KLG 2 yang sebelumnya telah diadakan.

“Kita boleh berkemajuan. Kita boleh berteknologi. Akan tetapi, jangan sampai melupakan budaya,” tutur Irfandi, Ketua Wonoayu Kreatif pada rekan-rekan dari berbagai komunitas di Sidoarjo.

Harapannya, kegiatan edukasi seperti Kampung Lali Gadget tidak hanya berhenti di KLG 3. Setelahnya akan ada KLG 4, KLG 5, dan seterusnya.